Senin, 01 Oktober 2012

BELAJAR DARI LEBAH

Bayangkan kehidupan seekor lebah. Lebah pekerja hidupnya cuma enam minggu. Namun dalam hidup yang sependek itu ia tak pernah menyia-nyiakan waktu. Umur satu hari sang lebah sudah bekerja sebagai pembersih sarang hingga usia 12 hari. Mulai hari ke-13, ia ”naik pangkat” menjadi perawat sarang, perawat ratu, perawat telur, dan mengatur kecukupan makanan buat koloninya sampai usia 20 hari. Mulai hari ke-21 baru terbang untuk mencari sumber sari di bunga-bunga. Lebah pekerja terus bekerja tak kenal lelah sampai umurnya habis. Ia tak pernah menyia-nyiakan waktu dan tak pernah mengeluh.

Coba tengok diri kita. Yang terjadi selama ini, mungkin sebaliknya. Berapa banyak waktu kita terbuang sia-sia? Sudah tak terhitung. Kita sering tak menyadari kalau waktu itu begitu berharga. Dalam sehat, kita merasa hidup ini panjang. Saat jaya, kita merasa hidup seakan tak berbatas. Padahal jatah hidup kita diatur Sang Maha Pencipta. Hidup bisa berakhir jika jatahnya sudah habis kendatipun kita sedang sehat walafiat. Bagaimana kita memaknai hidup?